MARABAHAN – Semangat transformasi digital di Kabupaten
Barito Kuala terus membara meski dilakukan secara virtual. Melalui ruang temu
daring (Zoom Meeting), seluruh jajaran Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat
(TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD)
se-Kabupaten Barito Kuala mengikuti Pelatihan Pembuatan Blog dan Website secara
intensif.
Pelatihan
ini menjadi semakin strategis dengan kehadiran TAPM PIC Media Sosial
Provinsi Kalimantan Selatan Bpk Jamah Syari yang Memberikan Arahan untuk
semua PD dan PLD, serta PIC Media Sosial Kabupaten Barito Kuala Bpk.
Supiani memaparkan materi terkait Pembuatan Blog/Website. Pertemuan
daring ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi dan kolaborasi dapat
berjalan beriringan demi memajukan tata kelola informasi desa.Membangun Jembatan Digital dari Layar Monitor
Meski dipisahkan oleh jarak geografis antar kecamatan
di Barito Kuala, para pendamping desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan
teknis pembuatan platform digital. Fokus utama kegiatan ini adalah
mempersiapkan para PD dan PLD sebagai "pionir digital" yang nantinya
akan menularkan keahlian tersebut kepada seluruh Pemerintah Desa.
Targetnya jelas: Satu Desa, Satu Portal Informasi.
Hasil dari pelatihan daring ini akan diimplementasikan langsung ke lapangan,
sehingga setiap desa di Barito Kuala memiliki Blog atau Website resmi sebagai
sarana publikasi kegiatan dan potensi desa.

Menjawab Tantangan Permendes Nomor 13 Tahun 2025
Langkah digitalisasi secara daring ini merupakan gerak
cepat dalam melaksanakan amanah Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang
Pedoman Sistem Informasi Desa (SID). Melalui website desa, pemerintah desa
dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola data serta menyediakan informasi
yang transparan dan akuntabel bagi masyarakat.
"Pelatihan melalui Zoom ini adalah bukti nyata
bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita mulai dari
pendamping, lalu kita gerakkan seluruh desa di Barito Kuala agar melek
teknologi," ujar salah satu peserta dalam sesi diskusi virtual.
Dipilihnya metode daring bukan tanpa alasan. Selain
efisiensi waktu, metode ini sekaligus menjadi praktik langsung bagi para
pendamping dalam memanfaatkan perangkat teknologi informasi. Dengan website
desa yang nantinya dikelola secara profesional, transparansi pembangunan dan
promosi keunggulan desa di Barito Kuala akan lebih mudah dijangkau oleh
siapapun, kapanpun, dan di manapun.
"Mari
dukung desa kita menjadi Desa Digital yang Mandiri!"