Senin, 21 September 2026

Ekspose dan Evaluasi Indeks Desa TA 2026 Tingkat Kecamatan Belawang Digelar di Aula Kecamatan

 



Belawang, 21 September 2026 — Pemerintah Kecamatan Belawang melaksanakan kegiatan Ekspose dan Evaluasi Indeks Desa Tahun Anggaran 2026 Tingkat Kecamatan Belawang pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Belawang dan dihadiri oleh Kasi Pemerintahan serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Belawang.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk mengetahui perkembangan capaian pembangunan dan kondisi desa berdasarkan indikator-indikator dalam Indeks Desa, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di masing-masing desa.

Kegiatan diawali dengan sambutan Camat Belawang, Bani Sholihin, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam meningkatkan capaian pembangunan desa. Menurutnya, hasil Indeks Desa tidak hanya menjadi angka atau nilai capaian, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat berbagai aspek pembangunan yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Barito Kuala, Bapak Mardaha. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman terhadap indikator Indeks Desa oleh pemerintah desa sehingga hasil pengukuran dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Barito Kuala, Bapak Budiarjo, selaku narasumber. Dalam pemaparannya, beliau memberikan penjelasan mengenai hasil capaian Indeks Desa Tahun Anggaran 2026, berbagai indikator yang menjadi dasar penilaian, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah desa dalam meningkatkan capaian pembangunan di wilayah masing-masing.

Selain itu, Bapak Marjuan selaku Pendamping Desa (PD) Belawang turut menyampaikan materi mengenai Indeks Desa. Penyampaian tersebut memberikan gambaran kepada para peserta mengenai kondisi dan capaian desa di Kecamatan Belawang berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi bahan diskusi untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dan penguatan pembangunan desa ke depan.

Kegiatan ekspose dan evaluasi ini diikuti dengan diskusi dan evaluasi bersama. Para Kasi Pemerintahan dan Kepala Desa se-Kecamatan Belawang diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kondisi, kendala, serta perkembangan pembangunan di desa masing-masing.

Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah desa dapat lebih memahami posisi dan capaian desanya dalam Indeks Desa Tahun Anggaran 2026. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan dalam menentukan prioritas pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan Ekspose dan Evaluasi Indeks Desa TA 2026 Tingkat Kecamatan Belawang berlangsung dengan tertib dan lancar. Sinergi seluruh pihak diharapkan terus terjaga sehingga hasil pengukuran Indeks Desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pembangunan desa yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di Kecamatan Belawang.

Minggu, 13 September 2026

Pelatihan Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer Desa Binaan Baru, Upaya Meningkatkan Kompetensi Kader yang Berkualitas

Desa Binaan Baru, Kecamatan Belawang — [14 September 2026] — Pemerintah Desa Binaan Baru, Kecamatan Belawang, melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Kegiatan pelatihan kader Posyandu ILP ini mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Kader Posyandu Terintegrasi yang Berkualitas”. Tema tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Binaan Baru, Pemerintah Kecamatan Belawang, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta unsur masyarakat dan pihak terkait lainnya. Pelatihan  berlangsung dengan tertib dan penuh semangat sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Binaan Baru.

Kader Posyandu sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Desa



Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Integrasi Layanan Primer, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup masyarakat.

Kader Posyandu diharapkan mampu membantu menjangkau berbagai kelompok sasaran, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga masyarakat lanjut usia.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kader menjadi hal yang sangat penting. Kader tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan Posyandu, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan, melakukan pendataan sasaran, memberikan edukasi kesehatan, melakukan pemantauan, serta mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai.

Melalui kegiatan pelatihan ini, kader Posyandu ILP Desa Binaan Baru diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di desa.

Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Kader



Tema “Meningkatkan Kompetensi Kader Posyandu Terintegrasi yang Berkualitas” mencerminkan komitmen untuk menjadikan kader sebagai sumber daya masyarakat yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan sekitarnya.

Kader merupakan salah satu penghubung penting antara masyarakat dengan tenaga kesehatan. Dengan kompetensi yang baik, kader diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara benar dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Selain itu, kader juga diharapkan mampu berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat dan melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan maupun pemerintah desa untuk mendapatkan tindak lanjut yang tepat.

Agus HF, selaku Sekretaris Desa Binaan Baru, menyampaikan bahwa keberadaan kader Posyandu yang aktif dan kompeten sangat dibutuhkan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami berharap kader yang telah dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, serta menjadi penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan,” ujar Agus HF.

Memperkuat Sinergi Pemerintah Desa, Kader dan Tenaga Kesehatan



Pelaksanaan Posyandu ILP membutuhkan kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah desa memiliki peran dalam memberikan dukungan terhadap kegiatan Posyandu, sementara kader menjadi pelaksana yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Di sisi lain, tenaga kesehatan memberikan pendampingan dan pembinaan sesuai dengan bidang pelayanan kesehatan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Said dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kader untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

“Kader Posyandu merupakan bagian penting dalam membantu pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan peningkatan kompetensi dan koordinasi yang baik, diharapkan pelayanan Posyandu dapat semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap [said].

Komitmen Mewujudkan Posyandu yang Berkualitas



Pelatihan kader Posyandu ILP bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat peran Posyandu sebagai salah satu wadah pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Binaan Baru.

Kader yang telah dilatih diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, menjaga komunikasi dan koordinasi dengan tenaga kesehatan serta Pemerintah Desa, dan senantiasa mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Desa Binaan Baru juga berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap keberadaan dan kegiatan Posyandu. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Dengan meningkatnya kompetensi kader, penguatan koordinasi, serta dukungan seluruh pihak, Posyandu ILP Desa Binaan Baru diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin terintegrasi, berkualitas, ramah, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini menjadi momentum untuk membangun semangat baru bagi seluruh kader Posyandu Desa Binaan Baru dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

“Kader Kompeten, Posyandu Berkualitas, Masyarakat Sehat dan Sejahtera.”

Pemerintah Desa Binaan Baru
Kecamatan Belawang

Selasa, 08 September 2026

Pembinaan BUMDes Maju Bersama di Desa Karang Dukuh, Kecamatan Belawang


 KARANG DUKUH – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD), Supiani, melaksanakan kegiatan pembinaan BUMDes Maju Bersama di Desa Karang Dukuh, Kecamatan Belawang, Selasa (08/09/2026).


Kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Karang Dukuh selaku Penasehat BUMDes Maju Bersama, Ibu Cahyo Utami Ningsih, serta didampingi oleh Pendamping Desa (PD) Kecamatan Belawang, Marjuan dan Ahmad Julianor.


Dalam kunjungan lapangan tersebut, terungkap bahwa unit usaha ketahanan pangan tahun anggaran 2025 yang dikelola BUMDes Maju Bersama berfokus pada peternakan kambing dengan alokasi penyertaan modal sebesar Rp150.243.000. Saat ini kondisi usaha mulai berkembang; kendati sempat ditemui ternak yang mati, jumlah tersebut tertutupi oleh masuknya ternak yang baru lahir.


Kepala Desa Karang Dukuh, Cahyo Utami Ningsih, menyampaikan beberapa poin evaluasi dan harapan terkait kelangsungan BUMDes:


Kendala Administrasi: Perlunya kejelasan sistem pencatatan mutasi ternak (kelahiran dan kematian).


Sinkronisasi Data: Pembukuan BUMDes diharapkan dapat sejalan dan berimbang dengan pencatatan keuangan di Pemerintahan Desa.


Pengawasan Perangkat Desa: Perangkat desa diharapkan ikut mengawal dan memahami operasional usaha peternakan secara berkala.


Rencana Diversifikasi: Pemerintah Desa membuka opsi pengembangan usaha dari peternakan kambing ke peternakan sapi menggunakan hasil usaha yang berjalan.


Menanggapi hal tersebut, TAPM Supiani memberikan sejumlah arahan teknis dan solutif:


Pencatatan dan Identifikasi Ternak: Setiap kejadian kematian atau kelahiran ternak wajib dituangkan dalam Berita Acara (BA) dengan mencantumkan detail warna ternak dan harga beli (untuk ternak mati). Berita Acara ini menjadi dasar pengkinian data pada Buku Daftar Ternak.


Keberlanjutan Usaha: Usaha peternakan kambing dinilai potensial dan direkomendasikan untuk terus dilanjutkan karena sudah mulai menunjukkan hasil nyata.


Peningkatan Kapasitas: Akan dijadwalkan peningkatan kapasitas pembukuan bagi pengurus BUMDes serta perangkat desa agar tata kelola administrasi berjalan linear.


Pengembangan ke Ternak Sapi: Diversifikasi dari kambing ke sapi secara mandiri diizinkan memanfaatkan hasil keuntungan usaha tanpa harus bergantung pada penyertaan modal baru dari desa.


Melalui pembinaan ini, BUMDes Maju Bersama diharapkan mampu mewujudkan tata kelola usaha yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada ketahanan pangan Desa Karang Dukuh.